lunes, 27 de marzo de 2017

Dayang Sumbi - "Tangkuban perahu" (1982). Liliek Sudjio - Dewi Welas Asih - Jakarta (Republik Indonesia)


Dayang Sumbi - "Tangkuban perahu" (1982). Liliek Sudjio 
Dewi Welas Asih 
Jakarta (Republik Indonesia)



"Tangkuban perahu" (1982). Liliek Sudjio


 Jaman dahulu kala di sebuah pulau di Indonesia nama nya pulau jawa.. pulau jawa terbagi menjadi 3 profinsi yaitu jawa barat..jawa tengah dan jawa timur. Cerita atau legenda tentang gunung yang menyerupai perahu tetapi terbalik nama nya GUNUNG TANGKUPAN PERAHU..  yang terletak di sebelah utara kota bandung ..kota bandung adalah ibu kota jawa barat yang terkenal dengan sebutan PARIS VAN JAVA pada jaman kolonial belanda..

Legenda Sangkuriang sendiri diawali kala Sangkuriang kecil mengambil hati anjing kesayangannya, yang tidak lain adalah ayahnya sendiri, sebagai pengganti dari hati rusa yang diminta ibunya. Karena peristiwa tersebut Sangkuriang pun dipukul hingga berbekas di kepalanya oleh Dayang Sumbi

 Cerita tentang gunung yg menyerupai perahu terbalik. Ini menurut legenda jaman dulu.. pada jaman dahulu berdiri sebuah kerajaan nama nya KERAJAAN PADUNDAN  yang memiliki se orang putri yang cantik jelita.. nama putry nya DAYANG SUMBI putri itu mengindap penyakit yang aneh di seluruh badan nya di penuhi dengan borok dan luka luka  dan pada jaman dahulu mereka percaya bahwa itu penyakit kutukan.. akhir nya putri cantik itu di usir dari istana dan hanya di temani oleh se ekor anjing hitam yang setia yang bernama SI TUMANG.. mereka menuju hutan di utata, kota BANDUNG dan mereka mendiami sebuah gubuk

"Tangkuban perahu" (1982). Liliek Sudjio


Produser: Leonita Sutopo
Sutradara: Lilik Sudjio
Penulis: Pitrajaya Burnama
Pemeran: Teddy Purba, Marissa Haque, Alan Nuari, WD Mochtar, Pitrajaya Burnama
Warna: Warna
Bahasa utama: Indonesia

Sinopsis: Dayang Sumbi termakan sumpahnya sendiri: ia harus menerima Si Tumang, seekor anjing yang ternyata penjelmaan Dewa, menjadi suaminya. Beberapa tahun kemudian lahirlah bayi lelaki dan diberi nama Sangkuriang. Ke manapun bocah Sangkuriang ini pergi selalu diikuti oleh Si Tumang. Suatu ketika, Dayang Sumbi ingin sekali memakan daging menjangan. Pergilah Sangkuriang bersama Si Tumang berburu ke hutan atas perintah Dayang Sumbi. Nasib Sangkuriang tidak beruntung, tak seekorpun binatang didapatnya. Karena kesal terhadap si Tumang, maka anjing itu ditakut-takuti dengan panah dan terbunuh karenanya. Dayang Sumbi sangat marah mengetahui Si Tumang mati akibat Sangkuriang. Maka Sangkuriang lalu pergi meninggalkan ibunya untuk mengembara, sementara ibunya dengan petunjuk arwah suaminya, tetap awet muda.

 Beberapa tahun kemudian Sangkuriang bertemu kembali dengan Dayang Sumbi yang tetap muda dan cantik. Mereka saling jatuh cinta. Tetapi Dayang Sumbi kemudian mengetahui bahwa pemuda itu tak lain adalah anak kandungnya. Maka kemudian Dayang Sumbi mencari akal, agar Sangkuriang membuat karya antara lain membuat perahu. Sangkuriang tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya. Sangkuriang pun marah dan perahu ditendangnya hingga terbalik, yang kelak menjadi gunung Tangkuban Perahu. Lihat juga Sangkuriang (1982)






Legenda gunung tangkupan perahu



Publicar un comentario